Rabu, 02 Maret 2011

Suatu malam, Ummu al-Mu'minîn Aisyah ra. melihat Nabi saw. bangun untuk melaksanakan shalat. Dalam keadaan itu, baginda memanjangkan sujudnya.

"Aku sempat menduga beliau telah meninggal" kata Ummu al-Mu'minîn.
"Ketika melihat beliau demikian, aku berdiri mendekat sampai kugerakkan ibu jarinya, ternyata masih bergerak. Kemudian aku kembali ke tempat semula, dan kudengar Baginda Nabi berdoa dalam sujudnya:

أَعُوْذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ, وَأَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ, وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ إِلَيْكَ, لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

"Hamba berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, hamba berlindung dengan ridlo-Mu dari murka-Mu, hamba berlindung kepada-Mu dari-Mu untuk-Mu, hamba tak mampu menghitung pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu sendiri."

Setelah Nabi saw. bangun dari sujud dan merampungkan shalatnya, beliau bersabda, "Wahai Humairâ', apakah kamu menduga bahwa Nabi tidak akan memenuhi kewajibannya atas hakmu?"
Ummu al-mu'minîn menjawab lekas, "Tidak, demi Allah, bahkan aku menduga engkau telah meninggal karena terlalu lama sujud!"
Kemudian Nabi saw. bertanya, "Apakah engkau tahu malam apa saat ini?"
Aisyah ra. menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui!"
Nabi saw. besabda, "Sekarang ini adalah malam nishfu Sya'bân. Sesungguhnya Allah 'Azza Wa Jalla mendatangi hamba-Nya pada malam nishfu Sya'bân, kemudian memberi ampunan kepada orang-orang yang beristighfar, memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang beristirhâm (minta dirahmati), dan mencegah orang-orang pendendam terhadap apa yang meraka inginkan."

***

Sahabat Ali bin Abi Thalib ra. meriwayatkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda, "Bila malam nishfu Sya'ban menjelang, bangunlah di malam hari dan berpuasalah di siang hari. Karena sesungguhnya saat matahari terbenam, Allah Tabâroka Wa Ta'âlâ 'turun' ke langit dunia seraya berfirman, 'Perhatikanlah, siapa yang beristighfar maka aku beri dia ampunan! Perhatikanlah, siapa yang meminta rezeki maka aku beri dia rezeki! Perhatikanlah, siapa yang diuji (dengan suatu cobaan) maka aku beri dia kebebasan! Perhatikanlah… demikian. Perhatikanlah… demikian (seterusnya) sampai menjelang waktu fajar." (HR. Ibnu Majah)

***

Mengenai doa yang dibaca pada malam nishfu Sya'bân, mungkin telah beberapa kali disampaikan, dan para ulama' pun telah mengajarkannya dimana-mana. Namun, ada sebuah doa dari Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang jarang di baca oleh banyak orang, dan menarik sekali untuk kita baca di malam nishfu Sya'bân kali ini.

ﭐللّهُمَّ إِذَا أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ ﭐلنِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ, فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ, وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فَضْلِكَ وَاسِعَ رِزْقِكَ, وَﭐجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُوْمُ لَكَ فِيْهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ

"Ya Allah, bila telah Engkau tampakkan malam nishfu Sya'bân atas makhluk-Mu, maka sediakanlah untuk kami anugerah dan kemuliaan-Mu, dan tentukanlah luas rezeki bagi kami dari pemberian-Mu, serta jadikan kami termasuk orang yang bangun (beribadah) kepada-Mu di malam harinya dengan (memenuhi) sebagian hak-Mu."
Posted by Uswah On 12:35 PM No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Ajukan Pertanyaan atau Tanggapan Anda, Insya Allah Segera Kami Balas

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Arsip Blog